Polda Jabar Ungkap Peredaran "Gorila" via Instagram

Polda Jabar Ungkap Peredaran "Gorila" via Instagram Remy Suryadie Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Yusri Yunus menunjukan barang bukti gorila yang diungkap Ditresnarkoba Polda Jabar.

DIREKTORAT Reserse Narkoba Polda Jabar menangkap lima orang penyalahgunaan narkoba jenis Gorila. Dari kelima tersangka, polisi menyita  barang bukti tembakau Gorila seberat 150 gram.

‎"Ini adalah penemuan baru dengan jenis yang baru, tembakau Gorila yang sekarang lagi marak beredar dikalangan anak muda." ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus didampingi Direktur Resnarkoba Polda Jabar Kombes Pol Asep Zaenal, kepada wartawan di Mapolda Jabar, Kamis, (16/2017).

Dipaparkan Aci sapaan akrab Kabid Humas Polda Jabar, awalnya polisi membekuk AS (22)‎ warga jalan Perintis, Kel. pakuwon Kec. Garut kota Kab Garut.‎ Dari tangan pelaku polisi temukan, 1 kotak tupperware berisi 18 paket kecil.

Polisi kemudian membekuk tiga pemuda dari Cikampek, Karawang. Mereka ditangkap di bengkel  ZMRT‎ desa Sukaati, kec Cikampek, kab Kerawang. Pelaku MMS, MRA, FMW beserta  narkotika gorila satu paket dan tiga linting tembakau gorila 2 gram di giring menuju Mapolda.

"Yang terakhir adalah pelaku, RR (24) warga gang Nusa indah VIII, Melong, Cimahi Selatan Kota Cimahi, Minggu (11/2/2017), di depan mall TSM kota Bandung. Dari tangan RR 4 bungkus  plastik bening gorilas seberat 90 gram dan dua bungkus paket silver berat 48 gram diamankan," terangnya.

Yusri menjelaskan, "ganja sintetis" ‎tersebut dibeli pelaku dari akun sosial media (sosmed) Instagram. Usai mentransfer melalui Bank barang tersebut akan dikirim melalui salah satu jasa pengiriman. Para pelaku merupakan jaringan terputus yang tidak saling mengenal.

Sementara itu seorang tersangka AS mengaku sudah lama mengkonsumsi tembakau, dia mengaku membeli narkoba jenis baru itu dari Istagram.

"Belinya di Instagram banyak,"‎ akunya.

Pria asal Garut itu mengaku ‎sudah sering memakai Gorila. Dia biasanya membeli dari penjual Rp. 500.000/5 gram.

Yusri megatakan jajarannya terus menyelidik kasus ini dan mencari tahu apakah kemungkinan ini berkaitan dengan kasus penemuan paket dalam jumlah besar di Kabupaten Bogor.

"Ini sedang kita kembangkan ini barang dibeli dimana untuk cari tahu apakah ada keterkaitan dengan penemuan besar-besaran di bogor, tentang tembakau gorila ini."ucap Yusri.

Para pelaku kini diamankan di Mapolda Jawa Barat guna penyelidikan lebih lanjut. Mereka diancam UU nomor 35 tahub 2009 tentang narkotika, Pasal 114 ayat (2), dan  pasal 112 ayat (2) dengan ancaman minimal 20 tahun penjara.

Editor: Brilliant Awal

Komentar