Kejati Jabar Terus Buru Wakil Bupati Cirebon yang Buron

Kejati Jabar Terus Buru Wakil Bupati Cirebon yang Buron dok Ilustrasi

KEJAKSAAN Tinggi Jawa Barat masih memburu Wakil Bupati Cirebon, Tasiya Soemadi alias Gotas yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Kejaksaan Negeri (Kejari) Cirebon.

"Iya betul (masih melakukan proses pencarian)," kata Kasi Penegakan Hukum, Raymond Ali kepada galamedianews.com, Kamis (16/2/2017).

Raymond mengaku, sejauh ini masih belum ada informasi terkait penangkapan terhadap terpidana korupsi dana bantuan sosial itu.

"Sejauh ini masih belum ada informasi penangkapan," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Gotas masuk dalam pencarian kejaksaan karena menghilang sejak turunnya putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA). Gotas sendiri masuk DPO sudah tiga hari yang lalu.

“Sejak MA menerima kasasi kami, kejaksaan membentuk tim untuk menahan. Namun yang bersangkutan tidak ada di tempat kerjanya dan menghilang entah kemana. Karena itu, kami masukan dia ke dalam DPO,” tutur Kepala Kejari Cirebon, Bambang Marsana, S.H., M.H., Senin (13/2/2017) lalu.

Dijelaskan, Gotas diputus bersalah dalam kasasi MA atas korupsi dana bantuan sosial, saat menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Cirebon periode 2009-2014. Sesuai petikan putusan Nomor 435 K/KPID.SUS.2016, MA mengabulkan permohonan kasasi dari Jaksa Penuntut Umum.

MA menyatakan Gotas terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana korupsi dan menghukum pidana penjara selama lima tahun enam bulan. MA juga memberikan denda sebesar Rp 200 juta dengan subsider enam bulan penjara. Putusan MA membatalkan putusan Pengadilan Tipikor Bandung Nomor 117/pid.sus/TPK/2015/PN.Bdg tanggal 12 November 2015 yang membebaskan Gotas dari segala dakwaan.

"Usai menerima putusan MA, kami melayangkan pemanggilan sebanyak tiga kali. Namun sampai panggilan ketiga tidak juga datang. Kabarnya kini dia menghilang, makanya kita masukan ke DPO,” tuturnya.

Editor: Brilliant Awal

Komentar