Polda Tunggu Nama-Nama Saksi Ahli Meringankan Habib Rizieq dalam Kasus Penodaan Lambang Negara

Polda Tunggu Nama-Nama Saksi Ahli Meringankan Habib Rizieq dalam Kasus Penodaan Lambang Negara

TIM kuasa hukum Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab rencananya akan menghadirkan saksi ahli yang meringankan dalam kasus penodaan lambang negara Pancasila dan pencemaran nama presiden RI pertama Soekarno.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus membenarkan ada permintaan dari tim kuasa hukum Habib Rizieq untuk menghadirkan saksi ahli yang meringankan. Namun sampai saat ini saksi ahli tersebut belum ada yang diajukan.

"Sampai dengan saat ini kami menunggu nama-namanya, belum juga diberikan kepada penyidik," ujarnya kepada wartawan di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Jumat (17/2/2017).

Menurut Yusri, jika tim kuasa hukum Rizieq sudah melayangkan nama-nama saksi ahli, maka proses selanjutnya ialah akan dilakukan pemeriksaan. Adapun untuk pemanggilan kembali Rizieq Shihab, tergantung dari situasi dan kondisi nantinya.

Dikatakan Yusri, setelah pemeriksaan Rizieq pertama dengan status tersangka pada Senin (13/2/2017), penyidik Direskrimum Polda Jabar melakukan gelar internal analisa dan evaluasi. Hasilnya adalah adanya pemeriksaan tambahan terhadap saksi-saksi dan saksi ahli.

"Saksi dan saksi ahli yang sudah diperiksa kita periksa ulang kembali, karena ada beberapa yang mesti dilengkapi lagi," tambahnya.

Yusri menegaskan bahwa penyidik sekarang sedang melengkapi berkas perkara, dan akan memeriksa saksi ahli Rizieq Shihab. Jika berkas perkara sudah lengkap maka langkah selanjutnya akan dikirim kepada jaksa penuntu umum untuk tahap pertama.

Di waktu terpisah, Kuasa Hukum Rizieq Kiagus Muhammad Choiri mengatakan, ihwal pengajuan saksi ahli, pihaknya masih dalam tahap kordinasi dengan para saksi. "Sedang koordinasi sama saksi," ucapnya.

Kiagus menuturkan, lima saksi ahli sudah dikantongi oleh tim kuasa hukum. Namun dia masih merahasiakan nama-nama saksi tersebut. Dia hanya membocorkan, rencananya saksi yang akan dihadirkan yakni di bidang Pidana, Bahasa Indonesia dan daerah, IT (Informasi dan Teknologi), Digital Forensik, dan Sejarah Pancasila "Itu saja rencananya," ujarnya.

Editor: H. Dicky Aditya

Komentar